./prontouso.com
ALAT DEVELOPER

URL Encoder & Decoder

Encode atau decode karakter khusus, parameter query, dan URL lengkap secara instan sesuai standar RFC 3986 dan application/x-www-form-urlencoded langsung di peramban Anda.

Status alatBerjalan di browser Anda
Pratinjau
prontouso://dev/url-lab
RFC 3986TANPA UNGGAH
Format
TeksMASUKAN
0 karakter
Ter-encodeKELUARAN
0 karakter

Mode komponen juga meng-escape /, ?, dan &, jadi aman untuk satu nilai query saja.

KomponenMeng-escape karakter yang dicadangkan. Berguna untuk nilai query dan parameter yang berdiri sendiri.
URL lengkapMempertahankan pemisah struktural seperti :, /, ? dan #.
Baris demi barisMemproses setiap baris secara terpisah, tanpa mengubah baris baru menjadi %0A.

Cara kerja

  1. Masukkan data Anda

    Isi nilai yang diperlukan, tempel teks Anda, atau unggah file yang ingin diproses.

  2. Lihat hasil seketika

    Sebagian besar alat diperbarui secara langsung saat Anda mengetik; beberapa menggunakan satu tombol tindakan.

  3. Gunakan hasil Anda

    Salin, unduh, atau bagikan hasil yang dihasilkan — Anda selalu memiliki kendali penuh atas data Anda.

Privasi dan pemrosesan dataBerjalan secara lokal di browser Anda. Alat ini tidak mengunggah data Anda.

Apa itu URL Encoder & Decoder?

URL Encoder dan Decoder adalah alat pengembang untuk mengubah teks atau parameter web menjadi format percent-encoding standar RFC 3986 dan mengurai URL terenkode kembali menjadi teks yang dapat dibaca manusia.

PAHAMI CARA KERJA ALAT

Panduan Lengkap URL Encoding & Decoding

Gunakan panduan ini untuk memahami cara kerja percent-encoding (RFC 3986), kapan harus menggunakan encodeURI vs encodeURIComponent, dan cara mendekode URL yang rusak.

Mengapa karakter URL perlu di-encode?

Spesifikasi URI hanya mengizinkan karakter ASCII tertentu (huruf, angka, dan beberapa tanda baca khusus seperti '-', '_', '.', '~'). Karakter spasi, huruf non-Latin, dan simbol reserved (seperti '&', '=', '?', '#') memiliki fungsi struktural dalam protokol HTTP dan harus diubah menjadi format percent-encoding (%XX) agar tidak merusak tautan.

Perbedaan encodeURI vs encodeURIComponent

Gunakan mode komponen (encodeURIComponent) saat Anda meng-encode nilai parameter query individual. Gunakan mode URL lengkap (encodeURI) jika Anda ingin mempertahankan karakter protokol dan pemisah path seperti 'https://'.

Contoh encoding query parameter

Teks 'kopi & roti' di-encode menjadi 'kopi%20%26%20roti' (atau 'kopi+%26+roti' dalam format form-urlencoded).

kopi & roti → kopi%20%26%20roti

Dekode URL berlapis (Double Encoding)

Jika teks telah di-encode beberapa kali (misalnya karakter % di-encode ulang menjadi %25), lakukan proses decode berulang hingga karakter asli kembali terbaca sempurna.

Privasi & Pemrosesan Data

Semua proses encoding dan decoding URL berjalan 100% secara lokal di browser Anda dengan JavaScript. Tidak ada string, tautan, atau parameter yang dikirim ke server.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Kapan saya harus menggunakan encodeURIComponent?

Gunakan saat menyisipkan data dinamis sebagai nilai query parameter (misalnya ?search=nilai) agar tanda '&' atau '=' di dalam nilai tersebut tidak merusak struktur parameter URL.

Mengapa spasi terkadang di-encode menjadi '+' dan terkadang '%20'?

Standar RFC 3986 menggunakan '%20' untuk spasi, sedangkan standar formulir HTML (application/x-www-form-urlencoded) sering menggunakan tanda '+' sebagai pengganti spasi.

Apakah alat ini mendukung karakter Unicode seperti emoji?

Ya, karakter Unicode dikonversi ke urutan byte UTF-8 terlebih dahulu, lalu masing-masing byte diubah menjadi representasi persen (%XX).

Apakah URL rahasia saya aman?

Sangat aman. Pemrosesan dilakukan sepenuhnya di memori peramban Anda tanpa penyimpanan atau panggilan API eksternal.